Senin, 28 Januari 2013

Instruktur klinik dalam proses pembelajaran klinik

Sumber Daya Keperawatan menjadi tantangan serius untuk saat ini dikembangkan, ujung tombak pelayanan kesehatan di rumah sakit tidak bisa di pungkiri  lagi bahwa  number one of service terhadap pasien adalah perawat. karena apa? Jawabnya adalah perawat menempati porsi mayoritas di rumah sakit, sehingga memungkinkan pelanggan yang berhadapan langsung dengan konsumen /pelanggan atau klien dan keluarganya. Pada saat perawat menjadi perhatian banyak pihak; perawatnya tidak ramah, penggunaan alat tertentu yang tidak kompeten, berkali-kali mungkin konsumen komplain. Komplain yang datang dari pasien pastinya adalah pasien /pelanggan  setia pengguna jasa pelayanan kesehatan  yang diberikan oleh rumah sakit, klinik dan lain sebagainya..
Bentuk pelayanan yang diberikan oleh perawat tidak lepas dari karakter pola asuh pendidikan keperawatan yang ada saat ini, dan pengaruh budaya di negara ini. Masalah tersebut tentu akan menjadi boomerang terhadap pelayanan keperawatan. Karakter perawat yang demikian tidak lepas dari struktur internal yang ada di rumah sakit untuk memberdayakan tenaga keperawatan menjadi seorang intruktur yang handal, dimana instruktur ini berperan terhadap kemajuan hard dan softskill. Kemampuan hard dan soft skill tidak hanya instan. Tetapi perlu proses yang berkelanjutan secara bertahap, konsisten dan kontinyu..

Renungan Pembelajaran

Apa sebenarnya tujuan dari sebuah pembelajaran? Ada sebuah perandaian yang dapat menjadi analogi berfikir kita dalam keseharian. Sebuah teori berenang mengatakan " Bila Anda belajar tentang berenang sampai 100 kali, atau bahkan sampai 1000 kali dengan jumlah buku yang banyak sekalipun belum tentu dapat berenang. Mungkin belajar teori berang gaya kupu, gaya katak, gaya dada, gaya dolpin, gaya bebas dan lain sebagainya. Saya yakin sekali begitu belajar buku selesai kemudian masuk ke kolam saya tidak akan dapat langsung berenang bahkan langsung tenggelam, minum air dan tersedak bahkan dapat sampai sesak nafas.

Perumpamaan tersebut menggambarkan sebenarnya apa yang dapat kita berikan kepada peserta didik adalah bagaimana caranya supaya peserta didik dapat belajar dengan tujuan yang dapat dihadapi secara realistis, dapat berguna untuk melangsungkan kehidupannya dan mengembangkannya sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik.

Rapat Semester Genap Prodi D3 Keperawatan

Mengahadapi semester genap, Program Studi D3 Keperawatan menyelenggarakan kegiatan rapat rutin persiapan pembelajaran semester Genap. Persiapan pembelajaran semester genap tidak lepas dari hasil evaluasi pembelajaran semester ganjil yang telah berlalu. Proses pembelajaran yang dilaksanakan tidak lepas dari bagian akademik saja, tetapi juga merupakan bagian secara terintegrasi antara bidang keuangan, bidang kemahasiswaan dan bidan Al Islam dan Kemuhammadiyahan. 

Persiapan pembelajaran yang dilakukan dengan tujuan proses pembelajaran menjadi lebih baik untuk mencapai sasaran mutu pembelajaran. sasaran mutu pembelajaran yang jelas harus dipersiapkan dengan lebih baik sebelum proses pembelajaran. Ketua program studi wajib menyelenggarakan rapat untuk mempersiapkan struktur program dan koordinasi internal. Persiapan yang diperlukan juga menyiapkan rencana mutu pembelajaran semester kedua berdasarkan kompetensi yang akan dicapai oleh mahasiswa, sehingga mahasiswa dapat mencapai kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dimasa mendatang.

Untuk mencapai perubahan maka diperlukan usaha atau ijtihad untuk memperoleh sesuatu yang baru, dalam mencapai kompetensi baru. Perubahan yang dilakukan harus menyesuaikan dengan kondisi dan perubahan yang telah terjadi dan mempersiapkan apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang.

Pelatihan Analisis Data Model SEM Visual Partial Least Square






Kegiatan penelitian di dunia pendidikan  merupakan ujung tombak dalam usahanya menggali dan menyebarkan informasi baru untuk mendukung setiap pengambilan kebijakan, penentuan keputusan. Terlebih dalam suatu pengambilan sebuah kesimpulan terhadap kebutuhan di masa yang akan datang. 
Menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada, STIKes Muhammadiyah Gombong sebagai perguruan tinggi kesehatan yang selalu berkomitmen untuk menjadi yang terbaik di bidangnya melalui LP3M yang diketuai oleh H. Sarwono, SKM mengadakan pelatihan analisis data penelitian untuk dosen STIKes Muhammadiyah Gombong. Pelatihan yang dibuka langsung oleh Ketua STIKes Muhammadiyah Gombong, Bapak H. Giyatmo,S.Kep,Ns, menghadirkan pembicara Bapak Dr. Nur Jazuli, SKM, M.Kes dari Universitas Diponegoro Semarang dan diikuti oleh 38 (tiga puluh delapan) dosen dari Prodi DIII Kebidanan, DIII Keperawatan dan S1 Keperawatan.
H.Giyatmo,S.Kep,Ns dalam sambutannya menyampaikan STIKes Muhammadiyah Gombong akan terus berupaya meningkatkan mutu dengan meningkatkan Catur Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan, Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Al Islam dan Kemuhammadiyahan. Melalui pelatihan ini beliau mengharapkan dapat meningkatkan motivasi dosen untuk terus melakukan penelitian, baik mandiri maupun berkelompok, serta meningkatkan kemampuan dosen dalam menganalisa data penelitian. Selain itu melalui pelatihan ini dosen juga diharapkan mampu memberikan bimbingan penelitian dengan lebih baik kepada mahasiswa.
Pada pelatihan analisis data penelitian kali ini LP3M STIKes Muhammadiyah Gombong mengambil topik "Paradigma baru dalam analisis data penelitian : Structural Equation Modelling dengan Visual Partial Least Square (VPLS)". Structural Equation Modeling merupakan suatu teknik multivariat generasi kedua yang menggabungkan antara analisis faktor dan analisis jalur sehingga memungkinkan peneliti untuk menguji dan mengestimasi secara simultan hubungan antara multiple exegeneus dan endogeneus variabel dengan banyak indikator.

Senin, 21 Januari 2013

Internasional Conference di Prince of Songkla University: 1-3 Mei 2013


Bersama ini AIPNI menghimbau bagi para mahasiswa program Magister dan Doktor keperawatan untuk berpartisipasi dalam Konferensi Internasional yang di adakan oleh Prince of Songkla University, Thailand yang akan dilaksanakan pada:

Tanggal: 1-3 Mei 2013
Tempat: Phuket Orchid Resort & Spa, Phuket, Thailand
Penyelenggara: Faculty of Nursing, Prince of Songkla University
AIPNI akan mengkoordinir para peserta yang berminat mengikuti acara tersebut.
Dear Colleagues,
I am very pleased to announce that  the Faculty of Nursing, Prince of Songkla University, Thailand will be hosting 2013 International Nursing Conference: Health, Healing, & Harmony: Nursing Values during 1-3 May, 2013 at Phuket Orchid Resort & Spa, Phuket, Thailand. The conference provides nurses and nurse leaders at all levels with nursing approaches to manage health and facilitate the healing process to reach harmony between body, mind, and spirit of the individuals across the life span. The conference also emphasizes enhancing family and community health.
The link to further information about the conference is:  http://www.nur.psu.ac.th/FonConf2013/. I do hope you and your colleagues including undergraduate and graduate students will submit an abstract. May I also ask you disseminate this information to your faculty, staff, colleagues and other interested parties.
If you have any queries, please do not hesitate to contact me.
Yours Sincerely,
Quantar Balthip, PhD., RN
Conference Secretariat
Faculty of Nursing, Prince of Songkla University, Songkla
Thailand

Sabtu, 05 Januari 2013

Kepemimpinan Dalam Keperawatan


A.    Pengertian / Istilah
1        Kepemimpinan
a.       Menurut Stogdill :
Proses mempengaruhi aktifitas suatu kelompok yang terorganisasi dalam usahanya mencapai penetapan tujuan dan pencapaian tujuan
b.      Menurut Gardner:
Proses bujukan dan contoh dimana seseorang individu atau tim kepemimpinan mempengaruhi kelompok untuk mengambil tindakan yang sesuai dengan tujuan pemimpin tersebut atau sesuai dengan tujuan bersama
c.       Menurut Merton:
Kepemimpinan sebagai suatu transaksi sosial dimana seseorang mempengaruhi orang lain.
d.      Menurut Mc Gregor:
Kepemimpinan merupakan suatu hubungan yang sangat kompleks yang berubah bersama waktu seperti perubahan yang dilakukan oleh manajemen, serikat kerja atau kekuatan luar.
e.       Menurut Talbott:
Kepemimpinan merupakan bahan vital yang merubah suatu kerumunan  orang menjadi organisasi yang berfungsi dan bermamfaat.

2        Pemimpin
Adalah seorang yang akan diikuti / dipatuhi oleh orang lain secara sukarela / tanpa paksaan. (Lundberg, 1982)
3        Manager
Adalah seorang yang melaksanakan fungsi menejerial

  1. Karateristik Pemimpin yang baik
Pemimpin yang baik hendaknya memiliki karateristik sebagai berikut:
1.      Tanggung Jawab yang Seimbang.
Keseimbangan dini adalah antara tanggung jawab terhadap pekerjaan yang dilakukan dan tanggung jawab terhadap orang yang harus mengerjakan pekerjaan tersebut.
2.      Mode Perencanaan yang Positif.
Seorang pemimpin yang baik harus dapat dijadikan panutan dan contoh oleh bawahannya. Misalnya ia mengharapkan bawahannya untuk tepat waktu. Maka pemimpin tersebut harus bersikap tepat waktu dalam memenuhi janji atau melaksanakan tugasnya.
3.      Memilih Keterampilan Komunikasi Yang Baik
Pemimpin harus dapat menyampaikan ide-idenya secara singkat dan jelas, serta dengan cara yang tepat.
4.      Memiliki Pengaruh yang Positif.
Seorang pemimpin yang baik memiliki pengaruh terhadap bawahannya  dan menggunakan pengaruh tersebut untuk hal hal yang positif.
5.      Mempunyai Kemampuan Untuk Meyakini Orang Lain
Peminpin yang sukses adalah pemimpin yang dapat menggunakan keterampilan komunikasi dan pengaruhnya untuk meyakinkan orang lain terhadap ide-idenya / sudut pandangnya serta mengarahkan mereka pada tanggung jawab terhadap ide / sudut pandangnya tersebut.

  1. Gaya Kepemimpinan
Adalah suatu cara yang digunakan peminpin dalam berinteraksi dengan bawahannya. Umumnya dikenal 5 gaya kepemimpinan, yakni:
1.      Kepemimpinan otokratis.
Disebut juga kepemimpinan diktator atau directif. Orang yang menganut pendekatan ini mengambil keputusan tanpa berkonsultasi dengan para bawahannya yang harus melaksanakan keputusannya atau karyawan yang dipengaruhi keputusan tersebut.
2.      Kepemimpinan demokratis.
Gaya kepemimpinan ini dikenal pula dengan kepemimpinan konsultif atau konsensus. Orang yang menganut pendekatan ini melibatkan para karyawan yang harus melaksanakan keputusan dalam proses perbuatannya. Sebenarnya yang membuat keputusan akhir adalah pemimpin, namun sebelumnya telah menerima masukan dan rekomendasi dari anggota tim.
3.      Kepemimpinan partisipatif.
Gaya kepemimpinan ini juga dikenal dengan istilah kepemimpinan terbuka, bebas dan non directif. Orang yang menganut pendekatan ini hanya sedikit memegang kendali dalam proses pengambilan keputusan. Ia menyajikan informasi mengenai sesuatu permasalahan dan memberikan kesempatan kepada anggota tim ( bawahan ) untuk mengembangkan strategi dan pemecahannya.
4.      Kepemimpinan berorientasi pada tujuan
Gaya kepemimpinan ini juga disebut kepemimpinan berdasarkan hasil-hasil atau sasaran. Orang yang menganut pendekatan ini meminta anggota tim / bawahannya untuk memusatkan perhatian hanya pada tujuan / sasaran yang ada.
5.      Kepemimpinan situasional.
Gaya kepemimpinan ini dikeanl sebagai kepemimpinan tidak tetap. Asumsi yang digunakan dalam gaya ini adalah bahwa tidak ada suatupun gaya kepemimpinan yang tepat bagi setiap manager dalam semua kondisi.

Pada era globalisasi, dalam dunia keperawatan para manager keperawatan tidak hanya melakukan pendekatan terhadap 5 gaya kepemimpinan yang disebut diatas. Namun harus memiliki gaya kepemimpinan yang berdasarkan nilai-nilai luhur keperawatan yang didasarkan pada falsafah keperawatan dengan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat melalui manajemen operasional dan manajemen asuhan keperawatan.

  1. Pemimpin Keperawatan ( Nursing Manager)
Kepemimpinan keperawatan mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap pasien meskipun mereka kelihatannya jauh dari pasien. Para pemimpin keperawatan melakukan kontak dengan pasien secara langsung maupun tidak langsung.  Stomer (1985) mengemukakan sebaiknya seorang pemimpin keperawatan / manager keperawatan mendorong stafnya untuk melaksanakan melalui:
1.      Membuat kebijaksanaan yang jelas dan mendorong perilaku etikal.
2.      Tanggung jawab kepemimpinan.
3.      Menyebarluaskan kode etik melalui teknik kerja yang aktif.
4.      Mendorong staf untuk menambah pengetahuannya melalui kursus-kursus, pelatihan atau pendidikan keperawatan berkelanjutan.

Hal-hal yang perlu dilakukan untuk menjadi seorang pemimpin keperawatan yang sukses adalah sebagai berikut:
1.      Meluaskan pandangan hari ini kemasa depan
2.      Mengetahui posisi diri.
3.      Sensitif terhadap masalah dan melihat pengaruhnya.
4.      Mengikuti  kecenderungan / perubahan-perubahan.
5.      Mempelajari alat / hal-hal yang harus dikuasai
6.      Berfikir terus-menerus
7.      Pendengar yang baik.
8.      Mempelajari peraturan.
9.      Mencegah merendahkan orang lain.
10.  Mengembangkan keadaan yang tidak menentang.
11.  Belajar mempercayai.
12.  Meningkatkan harga diri.
13.  Gembira.
14.  Berusaha untuk maju.
15.  Menjadi seorang pemimpin.
Dengan demikian seorang pemimpin keperawatan harus memahami kunci-kunci keterampilan dalam manajemen keperawatan antara lain:
1.      Keterampilan berkomunikasi.
2.      Keterampilan memberi motivasi kepada staf.
3.      Keterampilan kepemimpinan.
4.      Keterampilan mengatur waktu.
5.      Penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan.

  1. Penerapan Kepemimpinan Dalam Keperawatan
Mengimplementasikan kepemimpinan dalam keperawatan merupakan tanggung jawab perawat, melalui kepemimpinan yang efektif diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan. Untuk itu diperlukan suatu keterampilan kepemimpinan. Kepemimpinan yang efektif divisualisasikan sebagai suatu rantai yang kokoh, dimana satu dengan lainnya saling berhubungan.
Menurut Kron (1981), dalam bukunya "The Management of Patient Care " memaparkan tentang kegiatan-kegiatan untuk mencapai kepemimpinan yang efektif melalui :
1.      Perencanaan dan pengorganisasian.
Adalah pekerjaan / kegiatan yang harus dilakukan oleh perawat. Untuk itu diperlukan koordinasi sehingga semua kegiatan dapat dikerjakan dengan baik. Adalah menjadi suatu kewajiban perawat menciptakan suasana yang memberikan kenyamanan dan keamanan pada pasien melalui suatu pengorganisasian yang baik.

2.      Membuat penegasan dan memberi pengarahan (making assigments and giving directions)
Dengan berbagai metode dalam memberi penugasan di rumah sakit maka diperlukan memberi pengarahan secara jelas dan singkat.
3.      Memberi bimbingan (Providing guidence)
Bimbingan adalah suatu alat yang penting dalam keperawatan. Pemimpin harus memiliki kemampuan untuk membantu stafnya dalam melaksanakan tugas-tugas yang diberikan, sehingga pasien mendapat kepuasan dalam asuhan keperawatan.
4.      Mendorong kerja sama dan partisipasi (Encouraging cooperation and participation)
Kerjasama merupakan hubungan yang erat untuk dapat berpartisipasi, misalnya perawat melakukan kesalahan maka berikan informasi dan jelaskan melalui suatu diskusi. Hargai upaya yang telah dilakukan sehingga nanti dapat mengkoreksi kesalahannya. Oleh karena itu proses kepemimpinan keperawatan dalam kerja sama tim (team work) adalah sangat penting sehingga dapat meningkatkan kerja sama antara perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan.
5.      Mengkoordinasikan kegiatan ( Coordinating Activities)
Mengkoordinasikan kegiatan dalam suatu unit/ruangan merupakan kegiatan yang penting dalam kepemimpinan keperawatan. diinformasikan kepada perawat tentang kegiatan yang ada diruangan, dibutuhkan juga laporan tentang pencapaian pekerjaan oleh staf perawat.
6.      Observasi/supervisi (Observing or Supervising)
Mengawasi staf perawat dan pekerjaannya merupakan tanggung jawab yang besar dari seorang pemimpin keperawatan. Dibutuhkan kemampuan untuk meneliti asuhan keperawatan yang dibedakan pada pasien dengan aspek individunya. Untuk dibutuhkan juga di dalam pengawasan / observasi tidak hanya penampilan fisik tetapi kemungkinan emosi dan pengertian dari staf dalam memberi asuhan keperawatan.
7.      Evaluasi Hasil penampilan kerja (evaluating performance results)
Evaluasi merupakan proses berkelanjutan untuk menganalisa kekuatan dan kelemahan staf dalam bekerja sehingga dapat mendorong mereka bekerja dengan baik. Seorang pemimpin juga harus mengevaluasi dirinya sendiri baik sebagai perawat ataupun sebagai peminpin secara jujur.


DAFTAR PUSTAKA

Andrew Mc. Chile, MA, Phd., Penerapan Psikologi Dalam Perawatan, Yayasan Esentia Medika, Yogyakarta, 1996.
Charles Abraham, Eaman Shanley, Editor Yasmin Asih, S.Kp., Psikologi Sosial Untuk Perawat, EGC, Jakarta, 1997.
Elaine  L. La Monica,  alih   bahasa   Dra. Elly  Nurachman, S.Kp.,  M.App.Sc., Kepemimpinan & manajemen Keperawatan, EGC, Jakarta, 1998.
Thara Kron, RN, BS, The Management of Patient Care , WB. Saunders Company, Philadelphia, 1981

Kurikulum baru 2013

 Kurikulum pendidikan 2013 akan diterapkan mulai Juli nanti. Kepala Pusat Pengembangan Profesi Pendidik, Badan Pengembangan Sumber Daya Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Unifah Rasyidi, mengatakan para guru akan dilatih selama 52 jam mata pelajaran untuk guru kelas sekolah dasar dan 31 jam untuk guru mata pelajaran. Kurikulum baru mulai diberlakukan bertahap mulai tahun ajaran baru 2013/2014. Beberapa mata pelajaran dilebur dengan yang lain, dibuat lebih integrasi tematik dan holistik. Mata pelajaran SD yang semula 10 menjadi enam, sedangkan SMP dari 12 menjadi 10.

Selanjutnya berita tentang kurikulum 2013 silahkan anda lihat disini