Tampilkan postingan dengan label soft skill. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label soft skill. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Februari 2013

Praktek Klinik Keperawatan

Praktek Klinik keperawatan adalah salah satu cara untuk pengembangan dan pengendalian mutu keperawatan dengan cara mengembangkan lahan praktek keperawatan. Pengembangan lahan praktek disertai pembinaan masyarakat profesional keperawatan untuk melaksanakan pengalaman belajar di lapangan dengan benar bagi peserta didik.  Proses praktek klinik keperawatan di lapangan (rumah sakit, klinik, masyarakat) memerlukan kesiapan dari pengelola, peserta didik melalui tahapan proses pembelajaran. 


Tahapan proses pembelajaran dapat diurutkan sebagai berikut: pendahuluan, proses belajar, dan evaluasi. Tahapan pendahuluan dari proses belajar ini diperlukan kesiapan diantaranya melalui penyusunan kontrak belajar. Kontrak belajar bagi peserta didik untuk menyusun rencana kegiatanya sendiri sehingga dapat dipetakan kompetensi yang akan dicapai. Kontrak belajar (download contoh kontrak belajar) ddigunakan oleh peserta didik dan pembimbing klinik dalam mengelola pelayanan keperawatan secara benar dan terarah.

Pengelolaan pelayanan keperawatan yang diberikan dengan tahapan yang jelas, dapat memberikan suatu peran terhadap perubahan sikap dan keterampilan profesional yang benar dengan melalui pengalaman belajar klinik yang diselenggarakan dengan benar dalam tatanan pelayanan keperawatan profesional.  Lingkungan yang kondusif akan sangat membantu tumbuhnya sikap dan keterampilan profesional khususnya bagi perawat dan keterampilan profesional bagi para perawat. Di dalam pengelolaan pelayanan keperawatan diperlukan suatu pedoman belajar bagi peserta didik keperawatan (sebagai contoh download)


Rabu, 19 Oktober 2011

Soft Skill.... dan Teknik Pembelajaran Terintegrasi

19 kemampuan yang diperlukan di pasar kerja dari beberapa literatur, dan dari 19 tersebut ada 7 ketrampilan yang tinggi nilainya adalah ketrampilan soft skill yang dimiliki oleh seseorang. Tiga komponen utamanya adalah komunikasi,kejujuran/integritas, dan kemampuan bekerjasama. Kedua adalah kemampuan analitik, yang merupakan refleksi dari keilmuan pada rangking delapan, sedangkan dimensi keilmuan berada pada posisi ditengah-tengah dari dimensi ketrampilan yang diukur. Ketiga adalah komponen ketrampilan diri dan penguasaan iptek. (Elfindri, 2010). Sementara itu indeks prestasi yang merupakan salah satu penguasaan hard skill menempati posisi ke 16, padahal indeks prestasi ini sering menjadi ukuran yang paling sering digunakan dengan menilai performa dari pendidikan yang ada saat ini di hampir berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Ke sembilan belas urutan soft skill tersebut adalah ; 1. Komunikasi, 2. Kejujuran/integritas 3. Bekerjasama 4. Interpersonal 5. Etos kerja yang baik 6. Motivasi/inisiatif 7. Mampu beradaptasi 8. Analitikal 9. Komputer 10. Organisasi 11. Orientasi detil 12. Kepemimpinan 13. Percaya diri 14. Sopan/beretika 15. Bijaksana 16. Indeks Prestasi 17. Kreatif 18. Humoris 19. Kemampuan Eterpreneurship Keberadaan soft skill ini tentu berbeda dengan kondisi pekerjaan yang ditekuninya apakah nantinya sebagai karyawan sebuath rumah sakit atau sebagai karyawan unggulan di bidang lainya. Hasil riset tersebut , memberikan makna kepada para pendidikan harusnya sudah saatnya yang tepat implementasi kurikulum berbasis kompetensi harus memperhatikan aspek tersebut. terlebih di pendidikan kesehatan dan keperawatan. Bagaimanakah langkah untuk mengintegrasikan kedalam proses pembelajaran. Penerapan soft skill dalam proses pembelajaran memerlukan kecermatan, dimana harus dikerjakana secara teratur dan kontinyu, berikut beberapa caranya: 1. Melatih komunikasi peserta didik, Komunikasi merupakan bagian yang paling penting dalam membuat desain dalam setiap proses pembelajaran yang akan dijalankan, maka perlu dilakukan terhadap peserta didik bagaimana cara mereka berkomunikasi pada saat ini?. Langkah membanun komunikasi bisa dengan cara: Berikan tugas, untuk membaca yang sesuai dengan bahan bacaan dan diminati, menuliskan apa yang telah dibaca, mengkomunikasikan apa yang telah ditulis di dalam kelas melalui diskusi, tutorial, dan berikan koreksi terhadap apa yang disampaikan diluruskan dan tunjukan tata cara berkomunikasi dengan menggunakan rekaman, video dengan standar komunikasi yang benar. 2. Melatih Kejujuran peserta didik; Kejujuran merupakan hal semakin jarang ditemui saat ini, sehingga perlu langkah untuk untuk melatih kejujuran ini dengan model role play, dari kontrak pembelajaran, sistem belajar dan proses ujian serta penilaian. Langkah nya sebagai berikut: Dosen mesti menepati janji, misal masuk kelas, tugas dikembalikan dan dikoreksi dsb, menjaga disiplin dalam proses belajar mengajar, proses ujian, dan tata tertib lainnya. kemudian memberkan reward dan punishment yang sesuai. Memberikan kesempatan untuk mengerjakan kerja secara mandiri, dan melaporkan bagaimana proses pekerjaan tersebut diselesaikan. Melakukan koreksi terhadap hasil pekerjaannya, baik tulisam, perkataan, perbuatan dalam konteks kejujuran dalam kutipan, menyadur ataupun melaporkan hasil dari bahan bacaan.
3. Melatih Bekerjasama; Proses penugasan secara berkelompok bisa menjadi salah satu solusi dari kegiatan ini, memberikan projek bisnis akan melatih individu untuk mengerjakan suatu pekerjanaan dan menyelesaikan masalah secara bersama-sama. supaya proses kerjasama dapat berjalan dengan baik maka petunjuk untuk mengerjakan kegiatan berkelompok harus tertulis secara jelas. 4. Melatih hubungan interpersonal; Interpersonal lebih merupakan bagaimana membangun karakter individu beradaptasi degan berhubungan dengan orang lain. Latihan menerima orang lain apa adanya, menempatkan diri dengan lawan bicara, berlaku dan bersikap ramah terhadap orang lain, , membiasakan diri untuk berani dan percaya diri, membuat simulasi peran baik dan buruk, 5. Etos kerja yang baik; berikan feedbak kepada tugas yang telah dikerjakan; berikan reward dan komentar yang baik serta tunjukan kekurannya. memberikan tugas secara bergiliran dan berikan dorongan tugas lainnya yang memerlukan bantuan. 6. Motivasi/inisiatif 7. Mampu beradaptasi 8. Analitikal 9. Komputer 10. Organisasi 11. Orientasi detil 12. Kepemimpinan 13. Percaya diri 14. Sopan/beretika 15. Bijaksana 16. Indeks Prestasi 17. Kreatif 18. Humoris 19. Kemampuan Eterpreneurship