Minggu, 05 Juni 2011

Teori Kepemimpinan dan Tipe Kepribadian

by safrudin
Teori Kepemimpinan
1. Teori orang besar atau teori bakat
Teori orang besar (the great men theory) atau teori bakat (Trait theory) merupakan teori klasik kepemimpinan. Disebutkan bahwa seorang pemimpin dilahirkan menjadi pemimpin, dalam kata lain bakat - bakat tertentu yang diperlukan seseorang untuk menjadi pemimpin diperolehnya sejak lahir.

2. Teori situasi
Teori ini bertolak belakang dengan teori bakat, teori ini muncul sebagai hasil pengamatan, dimana seseorang sekalipun bukan keturunan pemimpin, ternyata dapat menjadi pemimpin yang baik. Hasil pengamatan tersebut menyimpulkan bahwa orang biasa yang menjadi pemimpin adalah karena adanya situasi yang menguntungkan bagi dirinya, sehingga ia memiliki kesempatan sebagai seorang pemimpin.

3. Teori Ekologi
Meskipun teori situasi kini banyak dianut, dan karena itu masalah kepemimpinan banyak menjadi bahan studi, akan tetapi dalam kehidupan sehari - hari sering ditemukan adanya seorang yang setelah berhasil dibentuk menjadi pemimpin, ternyata tidak memiliki kepemimpinan yang baik. Hasil pengamatan yang seperti ini melahirkan teori ekologi, yang menyebutkan bahwa seseorang memang dapat dibentuk untuk menjadi pemimpin, tetapi untuk menjadi pemimpin yang baik memang ada bakat - bakat tertentu yang terdapat pada diri seseorang yang diperoleh dari alam.

C. Tipe Kepribadian (www.binuscareer.com/Article.aspx?id, )
1. Tipe A, penuh ambisius
Seseorang yang memiliki kepribadian tipe A berciri:
a. Selalu bergerak, berjalan dan mengerjakan sesuatu dengan cepat
b. Merasa tidak sabar terhadap sesuatu peristiwa yang ada
c. Berusaha keras, berfikir / melakukan 2 atau lebih hal sekaligus
d. Tidak dapat menghadapi waktu luang
e. Terobsesi dengan jumlah, mengukur sukses dari segi berapa banyak yang mereka peroleh

2. Tipe B
Kepribadian yang bertolak belakang dengan kepribadian tipe A dan jarang didorong oleh keinginan, berpartisipasi dalam rangkaian peristiwa. Adapun cirinya:
a. Tidak pernah mengalami keterdesakan waktu ataupun ketidaksabaran
b. Merasa tidak perlu memamerkan atau membahas prestasi mereka ataupun sesuatu yang sudah dicapai kecuali bila dituntut oleh situasi untuk memaparkannya
c. Bermain untuk mendapatkan kegembiraan dan relaksasi yang bukan untuk memperlihatkan superiortas mereka
d. Dapat santai tanpa merasa bersalah
Menurut Mia & Nung (2008),yang dikutip dari Personality Plus (oleh Florence Littauer) dan Eneagram (oleh Renee Baron & Elizabeth Wagele), menuliskan ada 6 tipe kepribadian yang dikaitkan dengan pekerjaan, antara lain : (http://bk3sjatim.org/?p=38)
1. Tipe Realistik
Orang yang menyukai aktivitas di luar ruangan. Mereka sering menganggap tidak begitu penting bersosialisasi dan lebih suka bekerja sendiri. Jika harus bekerja dalam tim, ia lebih suka dengan orang yang setipe. Orang ini tidak suka bergosip dan hanya berkonsentrasi pada tugasnya. Tipe ini tidak pernah melimpahkan pekerjaannya pada orang lain.

2. Tipe Investigatif
Orang selalu tertarik pada gagasan dan ide-ide. la merasa membuang waktu dengan masalah yang melibatkan emosi. Tipe ini sering berkonflik dengan orang yang biasa bergosip.
3. Tipe Artistik
Orang yang senang dengan ide-ide dan materi untuk diekspresikan dengan cara yang unik. Tipe ini sangat menghargai kebebasan. Sayangnya, tipe ini rentan jadi santapan gosip karena caranya yang unik dan sering menimbulkan interpretasi yang biasa.
4. Tipe Sosial
Orang yang berorientasi untuk dan dengan orang lain. Tipe ini cenderung mempunyai orientasi untuk menolong, memelihara dan mengembangkan orang lain. Karena kepekaan dan kepeduliannya, orang ini seorang mengurus hal-hal yang terlalu pribadi. Bila tidak diimbangi dengan kematangan, ia mudah tergelincir untuk menjadi penggosip.
5. Tipe Wiraswasta
Orang yang lebih berorientasi pada ‘orang’ daripada gagasan. la mendominasi orang lain untuk mencapai tujuannya. la pintar mengatur kerja orang lain, mempersuasi orang dan bernegosiasi. Kemampuan bicaranya sangat diperlukan, biasanya ia menunjukkan sifat bossy dan pemarah di lingkungan kerjanya.
6. Tipe Konvensional
Orang ini biasanya berfungsi paling baik dalam lingkungan dan pekerjaan yang terstruktur dengan baik serta memerlukan keletihan. la biasanya tidak suka bekerja dengan ide-ide dan orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke blog ini, berikan komentar atau follow this blog